bahasa indonesia


kalimat fakta dan opini
Februari 5, 2010, 12:02 pm
Filed under: Uncategorized

B. Ind: Fakta dan Opini
Alhamdulillah selesai tugasku… Aku tahu banyak dari teman-temanku yang kesulitan untuk mendapatkan informasi dari internet mengenai tugas ini, maka aku berbaik hati mau berbagi dengan teman-teman. Semoga menjadisalah satu untaian indah amal sholehku ya… Amin. Untuk teman-teman jangan asal copy-paste aja loh, sertakan sumber informasi. Oke? Oke?
FAKTA DAN OPINI
Pengertian Fakta dan Opini
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia
fak•ta n hal (keadaan, peristiwa) yg merupakan kenyataan; sesuatu yg benar-benar ada atau terjadi;
opi•ni n pendapat; pikiran; pendirian;
Berdasarkan sumber lain
Fakta adalah keadaan, kejadian, atau peristiwa yang benar dan bisa
dibuktikan. Termasuk di dalamnya ucapan pendapat atau penilaian orang atas sesuatu. Dalam kode etik jurnalistik, pasal 3 ayat (30) dijelaskan antara lain,
“…di dalam menyusun suatu berita, wartawan Indonesia harus membedakan
antara kejadian (fact) dan pendapat (opini) sehingga tidak mencampuradukkan
yang satu dengan yang lain untuk mencegah penyiaran berita-berita yang
diputarbalikkan atau dibubuhi secara tidak wajar.”
Pendapat juga disebut opini. Dikenal public opinion atau pendapat umum
dan general opinion atau anggapan umum. Opini merupakan persatuan (sintesis)
pendapat-pendapat yang banyak; sedikit banyak harus didukung orang banyak
baik setuju atau tidak setuju; ikatannya dalam bentuk perasaan/emosi; dapat
berubah; dan timbul melalui diskusi sosial.
Membedakan Fakta dan Opini
Kata Kunci :
Fakta biasanya ditandai oleh hadirnya data berupa angka.
Opini ditandai dengankata-kata yang bersifat subyektif, misalnya sangat, semakin, dapat, mungkin. Karakteristik lainnya adalah mengandung bentuk-bentuk kata sifat: baik, buruk, mudah, sukar; dan diawali kata menurut… (yang merupakan pernyataan seseorang )
Fakta dan Opini dalam Soal
Tips singkat menjawab soal
Dalam soal, kalimat fakta dan opini biasanya dihadirkan berdampingan. Untuk fakta, carilah kalimat yang berisi hal-hal yang benar-benar terjadi atau telah terjadi (terlihat dari data-data akurat yang diberikan ).
CONTOH SOAL 1
Gubernur Jawa Barat H. Danny Setiawan menyampaikan itu pada peringatan Hari Pahlawan yang digelar di lapangan Gedung Sate, Jl.Diponegoro Bandung, Senin (12/11) ”Bangsa Indonesia termasuk didalamnya masyarakat Jabar, akan tetap hidup dan berdiri tegak bila memiliki semangat nasionalisme tersebut,” katanya.
Fakta yang terdapat dalam tajuk di atas adalah…
A. Menurut H.Danny Setiawan bangsa Indonesia, termasuk di dalamnya masyarakat Jabar, akan tetap hidup dan berdiri tegak bila memiliki semangat nasionalisme.
B. Semangat kebersamaan itu diharapkan untuk diperlihatkan masyarakat dengan “hitung-hitungan“ perannya masing-masing
C. Esensi kepahlawanan bisa direfleksikan dalam setiap upaya pembangunan masyarakat di Jabar.
D. Peringatan Hari Pahlawan yang digelardi lapangan gedung Sate, Jl.Diponegoro Bandung, Senin (12/ 11).
PEMBAHASAN
Konsep dasar
Fakta adalah sesuatu yang benar-benar terjadi atau hal yang diungkapkan berdasarkan suatu bukti nyata (realita). Sesuai dengan kata kunci di atas, kata menurut
(opsiA), kata diharapkan (opsiB), dan kata bisa (opsi C) menunjukkan sebuah opini (persepsi), bukan fakta.
Cara Cepat
Dalam opsi (D) dimuat data berupa tempat dan tanggal terjadinya sebuah peristiwa. Hal ini tentu merupakan bukti atas sesuatu yang benar-benar telah terjadi, atau disebut sebagai fakta. Jawaban : D
CONTOH SOAL 2
Pemerintah Kabupaten Tangerang memperbaiki 42 sekolah.Dana diperoleh dari pinjaman Bank Jabar. Sepuluh sekolah di antaranya mengalami kerusakan yang terutama parah. Hidayat selaku pimpro mengatakan bahwa kecil kemungkinan proyek tersebut gagal.
Kalimat opini dalam paragraf di atas terdapat pada kalimat….
A. Pertama
B. Kedua
C. Ketiga
D. Keempat
PEMBAHASAN
Konsep dasar
Opini atau pendapat adalah hasil pemikiran yang berupa penilaian, masukan, ide, pandangan, perkiraan, atau gambaran perasaan seseorang terhdap sesuatu masalah. Sifatnya subyektif.
Berdasarkan kata kunci di atas, kalimat opini ditandai oleh kemunculan kata mungkin
Selain itu, Hidayat mengatakan bahwa merupakan bagian kalimat yang menunjukkan opini seseorang.
Cara Cepat
Kalimat pertama kalimat fakta(data : 42 sekolah)
Kalimat kedua kalimat fakta (data : pinjaman Bank Jabar)
Kalimat ketiga kalimat fakta (data : 10 sekolah )
Kalimat pendapat kalimat opini (Hidayatmengatakan bahwa …..) Pendapat Hidayat .
Jawaban : D
Menganalisis Fakta dan Opini dalam Sebuah Tajuk
Jumlah Korban Tewas Ledakan Bom Tercatat 9 Orang
Jakarta (tvOne) Jumat, 17 July 2009 11:57 WIB
Korban dua ledakan di Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton Jakarta Selatan, mencapai sembilan orang meninggal dunia, dan korban luka-luka 41 orang.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Nanang Sukarna menyatakan korban yang tewas di tempat tercatat sebanyak delapan orang, terdiri dari enam korban tewas di JW marriot dan dua orang korban tewas di Ritz Calton. Satu orang korban meninggal di Rumah Sakit Medistra.
Menurut Nanang, hingga saat ini sebanyak satu korban luka dievakuasi di Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP), 10 korban di Rumah Sakit Jakarta, 29 korban di Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC) Jakarta Selatan, dua orang rirawat di Rumah Sakit Medistra Jakarta.
Setelah lebih tiga jam, suasana di lokasi ledakan terlihat masih mencekam. Penjagaan yang dilakukan aparat kepolisian makin diperketat. Polisi juga sudah mempersempit ruang gerak wartawan di sekitar Hotel Marriot dan Hotel Ritz Carlton.
Di sekitar hotel, sedikitnya sembilan mobil ambulan dan dua mobil pemadam kebakaran masih berjaga-jaga. Sementara tim gegana dan tim reserse Kepolisian Republik Indonesia terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap sebab-sebab ledakan tersebut.



Cerpen
Februari 1, 2010, 12:09 pm
Filed under: Uncategorized

Cerita pendek
Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis.
Cerita pendek berasal dari anekdot, sebuah situasi yang digambarkan singkat yang dengan cepat tiba pada tujuannya, dengan parallel pada tradisi penceritaan lisan. Dengan munculnya novel yang realistis, cerita pendek berkembang sebagai sebuah miniatur, dengan contoh-contoh dalam cerita-cerita karya E.T.A. Hoffmann dan Anton Chekhov.
Unsur dan ciri khas
Cerita pendek cenderung kurang kompleks dibandingkan dengan novel. Cerita pendek biasanya memusatkan perhatian pada satu kejadian, mempunyai satu plot, setting yang tunggal, jumlah tokoh yang terbatas, mencakup jangka waktu yang singkat.
Dalam bentuk-bentuk fiksi yang lebih panjang, ceritanya cenderung memuat unsur-unsur inti tertentu dari struktur dramatis: eksposisi (pengantar setting, situasi dan tokoh utamanya), komplikasi (peristiwa di dalam cerita yang memperkenalkan konflik dan tokoh utama); komplikasi (peristiwa di dalam cerita yang memperkenalkan konflik); aksi yang meningkat, krisis (saat yang menentukan bagi si tokoh utama dan komitmen mereka terhadap suatu langkah); klimaks (titik minat tertinggi dalam pengertian konflik dan titik cerita yang mengandung aksi terbanyak atau terpenting); penyelesaian (bagian cerita di mana konflik dipecahkan); dan moralnya.
Karena pendek, cerita-cerita pendek dapat memuat pola ini atau mungkin pula tidak. Sebagai contoh, cerita-cerita pendek modern hanya sesekali mengandung eksposisi. Yang lebih umum adalah awal yang mendadak, dengan cerita yang dimulai di tengah aksi. Seperti dalam cerita-cerita yang lebih panjang, plot dari cerita pendek juga mengandung klimaks, atau titik balik. Namun demikian, akhir dari banyak cerita pendek biasanya mendadak dan terbuka dan dapat mengandung (atau dapat pula tidak) pesan moral atau pelajaran praktis.
Seperti banyak bentuk seni manapun, ciri khas dari sebuath cerita pendek berbeda-beda menurut pengarangnya.
Cerpen juga memiliki [unsur intrinsik] cerpen.
Ukuran
Menetapkan apa yang memisahkan cerita pendek dari format fiksi lainnya yang lebih panjang adalah sesuatu yang problematic. Sebuah definisi klasik dari cerita pendek ialah bahwa ia harus dapat dibaca dalam waktu sekali duduk (hal ini terutama sekali diajukan dalam esai Edgar Allan Poe “The Philosophy of Composition” pada 1846). Definisi-definisi lainnya menyebutkan batas panjang fiksi dari jumlah kata-katanya, yaitu 7.500 kata. Dalam penggunaan kontemporer, istilah cerita pendek umumnya merujuk kepada karya fiksi yang panjangnya tidak lebih dari 20.000 kata dan tidak kurang dari 1.000 kata.
Cerita yang pendeknya kurang dari 1.000 kata tergolong pada genre fiksi kilat (flash fiction). Fiksi yang melampuai batas maksimum parameter cerita pendek digolongkan ke dalam novelette, novella, atau novel.
Cerita pendek pada umumnya adalah suatu bentuk karangan fiksi, dan yang paling banyak diterbitkan adalah fiksi seperti fiksi ilmiah, fiksi horor, fiksi detektif, dan lain-lain. Cerita pendek kini juga mencakup bentuk nonfiksi seperti catatan perjalanan, prosa liris dan varian-varian pasca modern serta non-fiksi seperti fikto-kritis atau jurnalisme baru.



kalimat majemuk
Januari 30, 2010, 12:03 pm
Filed under: Uncategorized

KALIMAT MAJEMUK

Pengertian
Ialah kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih yang antarklausanya dihubungkan dengan konjungsi setara atau bertingkat.
Macam-Macam Kalimat Majemuk
Kalimat Majemuk Setara
Ialah kalimat majemuk yang kedudukan klausa-klausanya sederajat, artinya tidak ada pola kalimat yang menduduki fungsi pola kalimat yang lain.
Macam-Macam Kalimat Majemuk Setara (KMS):
KMS Mengabungkan
Konjungsi yang dipakai: dan, lagi, serta
KMS Mempertentangkan
Konjungsi yang dipakai: namun, tetapi, sedangkan, padahal, melainkan
KMS Memilih
Konjungsi yang dipakai: atau
KMS Menegaskan
Konjungsi yang dipakai: bahkan, malahan, lagi pula
KMS Mengurutkan
Konjungsi yang dipakai: mula-mula, lalu, kemudian, setelah itu, akhirnya
Contoh:
(1) Ayah sedang membaca dan Ibu sedang memasak.
(2) Kamu belajar atau melihat TV?
Kalimat Majemuk Bertingkat
Ialah kalimat majemuk yang kedudukan pola-pola kalimatnya tidak sederajat, artinya ada pola kalimat yang menduduki fungsi pola kalimat yang lain.
Macam-Macam Kalimat Majemuk Bertingkat (KMB)
a. KMB Perluasan Subjek
Contoh:
(1a) Orang itu pergi.
(1b) Orang yang berbaju biru itu pergi
b. KMB Perluasan Predikat
Contoh:
(2a) Ayahnya dokter.
(2b) Ayahnya dokter yang baik hati.
c. KMB Perluasan Objek
(3a) Ayah membeli baju.
(3b) Ayah membeli baju yang berwarna merah.
d. KMB Perluasan Pelengkap
(4a) Kakak menjadi dokter.
(4b) Kakak menjadi dokter yang mengabdi di pedesaan.
e. KMB Perluasan Keterangan
1) Perluasan Keterangan Waktu
2) Perluasan Keterangan Tempat
3) Perluasan Keterangan Tujuan
4) Perluasan Keterangan Sebab
5) Perluasan Keterangan Akibat
6) Perluasan Keterangan Konsesif
7) Perluasan Keterangan Syarat/Pengandaian



kalimat majas
Januari 30, 2010, 11:54 am
Filed under: Uncategorized

Majas / Gaya Bahasa dalam Bahasa Indonesia
Majas adalah gaya bahasa dalam bentuk tulisan maupun lisan yang dipakai dalam suatu karangan yang bertujuan untuk mewakili perasaan dan pikiran dari pengarang. Majas dibagi menjadi beberapa macam, yakni majas perulangan, pertentangan, perbandingan dan pertautan. Dalam artikel ini hanya dijelaskan perbandingan dan pertentangan.

1. Gaya bahasa perbandingan

A. Majas Metafora
Majas metafora adalah gabungan dua hal yang berbeda membentuk suatu pengertian yang baru. Contoh : raja siang, kambing hitam, dll.

B. Majas Alegori
Majas alegori adalah cerita yang digunakan sebagai lambang yang digunakan untuk pendidikan. Contoh : anjing dan kucing, kelinci dan kura-kura, dsb

C. Majas Personifikasi
Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang membuat banda mati seolah-olah hidup memiliki sifat-sifat manusia. Contoh :
– Kereta api tua itu meraung-raung di tengah kesunyian malam jumat pahing.
– awan menari-nari di angkasa

D. Majas Perumpamaan
Majas perumpamaan adalah suatu perbandingan dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama. Contoh :
– Bagaikan harimau pulang kelaparan
– Seperti manyulam di kain lapuk

E. Majas Antilesis
Majas antilesis adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang berlawanan. Contoh :
– Semua kebaikan ayahnya dibalas dengan keburukan yang menyakitkan.

2. Gaya Bahasa Pertentangan

A. Majas Hiperbola
Majas hiperbola adalah suatu gaya bahasa yang bersifat melebih-lebihkan. Contoh :
– Ibu itu terkejut setengah mati ketika mendengar anaknya tidak lulus ujian nasional.

B. Majas Ironi
Majas ironi adalah gaa bahasa yang bersifat menindir dengan halus. Contoh :
– Pandai sekali kau baru datang ketika rapat mau selesai

C. Majas Litotes
Majas litotes adalah gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu yang baik menjadi bersifat negatif. Contoh :
– Mampirlah ke gubuk saya! (padahal rumahnya besar dan mewah)




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.